Jumat, 01 April 2011

BP/BK


PENGERTIAN, TUJUAN, FUNGSI, SASARAN
BIMBINGAN DAN PENYULUHAN

1Pengertian Bimbingan dan Penyuluhan
Bimbingan adalah suatu bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang dirasa bermasalah dengan harapan orang tersebut dapat menerima keadaannya sehingga dapat mengatasi masalahnya.
Menurut H. Koestur Partowisastro menyebutkan definisi counseling dalam dua pengertian yaitu:
  1. Dalam arti luas counseling adalah segala ikhtiar pengaruh psikologis terhadap sesama manusia.
  2. Dalam arti sempit counseling merupakan suatu hubungan yang sengaja diadakan dengan manusia lain, dengan maksud agar dengan berbagai cara psikologis kitadapat mempengaruhi beberapa facet kepribadiannya, sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh sesuatu efek tertentu (H. Koestoer P).
Penyuluhan adalah satu tekhnik bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dengan berbagai cara psikologisagar orang tersebut dapat mengatasi masalahnya.
Secara umum bimbingan dan penyuluhan adalah suatu bantuan yang diberikan seseorang kepada orang lain yang bermasalah dengan harapan orang tersebut dapat memecahkan masalahnya dan dapat memahami dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
2.  Tujuan Bimbingan dan Penyuluhan
Tujuan bimbingan adalah membantu penerimaan secara bebas dan mampu bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Tujuan penyuluhan adalah membantu murid memperoleh identitas dirinya sebagai landasan pokok dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dalam keseluruhan hidup pribadinya.
3.  Fungsi Bimbingan dan Penyuluhan
Fungsi bimbingan dan penyuluhan dalam kegiatan pendidikan adalah :
  1. Penunjang pelaksanaan program pendidikan
  2. Pendorong belajar siswa
  3. Pemantapan dan penggerak jalannya program pendidikan
  4. Pengarah pelaksana program pendidikan.
4.  Sasaran Bimbingan dan Penyuluhan
Sasaran bimbingan dan penyuluhan pada prinsipnya adalah untuk menghindari segala jenis hambatan belajar anak baik dari segi fisiologi, psikologis, maupun factor lingkungan. Disamping itu, sasaran bimbingan dan penyuluhan juga memberikan bantuan atau pelayanan kepada anak bimbing yang mengalami kesulitan belajar disebabkan oleh factor internal tersebut diatas dan factor eksternal seperti factor lingkungan sekitar dalam berbagai jenis atau bidang kehidupan, misalnya ekonomi, social, kebudayaan, dll.  
  
HARAPAN SERTA TUJUAN
BIMBINGAN DAN KONSELING DI SD/MI

A. Harapan-harapan Terhadap Konseling
1). Harapan siswa (konseling)
Kebanyakan konseling mengharapkan bahwa dengan konseling, mereka akan memperoleh pemecahan terhadap masalah pribadi yang dihadapi. Juga banyak yang menyangka bahwa konseling itu bisa dilaksanaka dalam jangka waktu yang singkat. Konseling biasanya mengharap supaya dites, dianalisis, dan malahan lebih dari itu, ia mengharapkan supaya diarahkan.
2). Harapan orang tua
Janet Worthington mempercayai bahwa para konselor membantu para orang tua dan sebagai fasilitator beljar. Dimensi penting dari tugasnya menurut dia adalah bahwa konselor menerima setiap siswa sebagaimana adanya.
Menurut informasi dari banyak ahli survai, para orang tua mengharap bahwa konseling dapat membantu siswa dalam memilih bidang studi dan membantu memformulasi rencana pendidikan dan kerjanya kelak.
3). Harapan para administrator
Menurut Shertzer & Stone (1980) ada empat kesan mengenai harapan para administrator sekolah terhadap konseling : Pertama, mereka beranggapan bahwa akan membawa sekolah ke arah organisasi sekolah yang efisien. Kedua, bahwa para administrator sekolah terutama memandang konseling sebagai penasihat pendidikan dan vokasional. Ketiga, bahwa administrator sekolah tidak mengharapkan para konseling. Beberapa diantaranya mengizinkan karena polanya memang begitu karena di sekolah lainnya ada atau karena asosiasi yang diakui menurut syariat itu. Keempat, bahwa para administrator sekolah mengharap agar para konseling dapat memecahkan setiap kesulitan pendidikan dan menyembuhkan setiap penyakit masyarakat baik yang riil maupun yang tidak.
B. Tujuan-tujuan Bimbingan dan Konseling di SD/MI
1). Perubahan prilaku
Menurut Rogers bahwa salah satu hasil dari konseling adalah bahwa pengalaman-pengalaman tidak dirasa menakutkan, individu kecemasannya berkurang, dan cita-citanya hampir lebih harmonis dengan persepsi tentang dirinya dan nampak lebih berhasil.
2). Kesehatan mental yang positif
Menurut Thorne mengatakan bahwa tujuan utama konseling adalah menjaga kesehatan mental dengan mencegah atau memodifikasi faktor-faktor penyebab patogenik yang membawa ketidak mampuan penyesuaian diri atau gagasan mental. Selain itu ada juga yang memandang tujuan konseling sebagai pencegahan terhadap jenis-jenis masalah tertentu.
3). Pemecahan masalah
Menurut Krumboltz tujuan utama konseling adalah membuat setiap klien dalam memecahkan masalah yang di hadapinya. Selanjutnya bahwa konselor behavioral terutama membantu klien merubah prilaku yang diinginkanya.
4). Keefektifan personal
Blocher memperkenalkan dua tujuan konseling. Pertama, konseling ingin memaksimalkan kemungkinan kebebasan individual dalam keterbatasan yang berlaku bagi dirinya dan lingkungannya. Kedua, konseling ingin memaksimalkan keefektifan individual dengan memberinya kesanggupan mengontrol lingkungannya.
5). Pengambilan keputusan
Bukan pekerjaan konselor untuk menentukan keputusan yang harus diambil oleh konseling atau memilihkan alternatif tindakan baginya. Reaves & Reaves menyatakan bahwa tujuan utama konseling adalah menstimulasi individu untuk mengevaluasi, membuat, menerima dan berbuat atas pilihannya. Karena itu, konseling membantu individu mempelajari apa yang perlu dipilih dan selanjutnya membut pilihan. Dengan cara ini, ia akan sanggup sendiri menaggulangi keputusan-keputusan selanjutnya.

Tujuan Pendidikan Islam (TPI)

     Bila kita ingin berbicara tentang tujuan Pendidikan Islam, kita harus melihat tujuan hidup manusia di dunia ini. Tujuan itu tertera dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 56.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلا لِيَعْبُدُونِي     
Artinya : "Aku jadikan Jin dan Manusia itu untuk beribadah kepadaku".  
     Beribadah itu jugalah yang menjadi tujuan yang akan dicapai oleh Pendidikan Islam. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan Pendidikan Islam adalah "bagaimana merealisasikan ubudiyah lillah dalam kehidupan insan, baik secara individu ataupun kelompok". Dr. Hamid Mahmud Ismail, Min Ushul Tabiyah fil Islam, Shan'a, Wizarah Atbiyah wa At-Ta'lim, l986, hal. 98
     Ibadah yang dimaksudkan di sini bukanlah terbatas pada ritual-ritual Islam, seperti shalat, shiyam dan zakat, tapi lebih luas dari itu. Ibadah dalam pengeritan bahwa seseorang hanya menerima seluruh masalah kehidupannya dari Allah SWT, dalam arti bahwa ia terus menerus dalam hubungan dengan Allah SWT. Shalat, shiyam, zakat tidak lebih dari miftah ibadah/kunci ibadah, atau sebagai halte tempat menambah perbekalan bagi seorang yang sedang mengembara. Ibid, hal. 98
     Sesungguhnya seluruh perjalanan, mulai dari bidayah, sampai kepada nihayah adalah ibadah. Ibadah dalam pengertian seperti ini mencakup seluruh kehidupan manusia, tidak terbatas pada waktu pendek yang dipergunakan untuk ritual itu saja. Kalau itu yang dimaksud dengan ibadah oleh ayat 56 surah Azzariyat itu, tentu ayat itu tidak mempunyai makna yang mendalam. Apa artinya waktu yang beberapa menit untuk ritual itu jika dibandingkan dengan kehidupan kita yang panjang itu ! Hampir ia tidak mempunyai pengaruh apa-apa. Ayat ini baru mempunyai makna penting bila ibadah dijadikan manhaj hayah/sistem kehidupan manusia ini, dan bila ibadah itu menjadi cara berbuat, dan cara berfikir insan tersebut. Dalam arti bahwa semua perbuatan manusia harus kembali kepada Allah.
     Membentuk hubungan hati manusia dengan Allah SWT, dan mendorong hati manusia untuk kembali kepada Allah pada setiap saat adalah kaedah pokok Pendidikan Islam. Dengan kaedah inilah semua masalah dilaksanakan. Tanpa kaedah ini segala perbuatan di dunia tidak mempunyai arti.
Oleh sebab itu, tujuan Pendidikan Islam berbeda dengan tujuan pendidikan lainnya, yaitu membentuk muslim yang beramal shaleh. Dalam arti bahwa manusia yang ingin diciptakan oleh Pendidikan Islam adalah insan yang dalam semua amalnya selalu berhubungan dengan Allah SWT.